JADI DEWASA ITU DIPAKSA BUKAN TERPAKSA

 

Menapaki masa memiliki ritme kehidupan yang jelasnya berbeda-beda. Ketika kecil yang ada difikiran kita hanya bermain bermain dan bermain. Ketika beranjak remaja, sedikit demi sedikit pembelajaran kehidupan mulai dikenalkan dan diajarkan. Ketika beranjak dewasa, mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap akan pasti dihadapi. 

Menjadi dewasa itu bukan soal pilihan tetapi memang sebuah takdir yang dijalankan karena waktu, maka dewasa menjadi sebuah kewajiban yang pastinya akan dijalankan oleh setiap orang. Memaknai dewasa dengan kata "dipaksa" menjadi tuntutan setiap manusia yang telah memasuki masa dewasa tersebut. 

 Menjadi dewasa karena "dipaksa" menjadi alih alih manusia untuk memaksakan dirinya untuk menjadi dewasa, dewasa secara umur, pemikiran, sikap, dan bagaimana cara ia mengambil suatu keputusan. Manusia akan semakin dewasa jika ia dihadapkan oleh banyak tantangan dan harus menyelesaikan sendiri. 

 Suatu masalah akan datang silih berganti, Ketika diri kita mampu untuk menerabas dan berhasil menyelesaikan masalah tanpa bantuan orang lain, maka sikap kedewasaan kita akan terus diuji dengan kata "dipaksa" jadi dewasa dengan keadaan dan masalah. 

"Dewasa memang satu proses pertemuan (kadang pahit) dengan diri sendiri" -Goenawan Mohamad


Komentar