Setelah Rasulullah saw berhasil membimbing para sahabat melalui fase dakwah secara sembunyi-sembunyi dan membangun komunitas Muslim generasi awal dengan fondasi akidah yang kuat, turunlah ayat yang memerintahkan beliau untuk berdakwah secara terang-terangan. Ayat tersebut berbunyi, "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman." (QS. As-Syu’ara [26]: 214-215).
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya "Kelengkapan Tarikh Rasulullah" menjelaskan bahwa sejak saat itu, Rasulullah mulai berdakwah secara terbuka. Tentu saja, dia menghadapi berbagai tantangan. Dia harus siap dimusuhi oleh kaumnya yang semakin keras dalam menyakiti Rasulullah dan umat Islam. Namun, melalui dakwah terbuka ini, satu per satu orang mulai memeluk Islam. Melihat semakin banyak orang yang masuk Islam, masyarakat Quraisy tidak tahan dan mulai mencela agama Islam serta mengecam Allah. Mereka juga semakin gencar melancarkan teror dan permusuhan terhadap Rasulullah dan para sahabatnya.
Namun, Allah melindungi Rasulullah melalui pamannya, Abu Thalib, seorang bangsawan yang sangat dihormati di tengah kaum Quraisy. Akibatnya, penduduk Makkah tidak berani secara terang-terangan menyakiti beliau. Beberapa sahabat yang memiliki keluarga juga mendapat perlindungan dari teror warga Quraisy. Sayangnya, tidak semua sahabat Nabi memiliki keluarga, sehingga mereka menjadi sasaran teror dan siksaan kaum Quraisy.
Salah satu yang disiksa adalah Ammar bin Yasir dan ibunya, Sumayyah. Mereka disiksa karena tetap beriman kepada Allah. Setiap kali bertemu orang-orang Quraisy, mereka diperlakukan dengan kejam. Rasulullah menghibur mereka dengan berkata, "Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya yang dijanjikan kepada kalian adalah surga," (HR at-Thabarani).
Selain Yasir, ada juga Bilal bin Rabah yang mengalami siksaan kejam karena tetap beriman kepada Allah. Meskipun diteror untuk keluar dari Islam, dia mengabaikan ancaman tersebut dan rela mengorbankan jiwanya.

Komentar
Posting Komentar